akhlak

adab bergaul dengan lawan jenis

Adab Bergaul dengan Lawan Jenis yang Perlu Kamu Pahami

Adab bergaul dengan lawan jenis_manusia istimewa itu karena punya etika, punya etiket dalam bergaul, dalam berkawan tidak serta merta lahir, kemudian bebas hidup bak binatang.

Ketika kita (manusia) mampu menjaga adab bergaul dengan lawan jenis, maka anugerah itu akan bertambah menjadi muslim yang sholeh dan muslimah yang sholehah.

Menjadi muslim sholeh dan muslimah sholehah yang memiliki adab dan beriman kepada Allah, tentu akan melewati banyak rintangan dan godaan-godaan untuk mencapainya.

Berbagai macam hasutan-hasutan nafsu, biasanya akan menggebu ketika muslim dan muslimah beranjak pada usia baligh (remaja).

Dari banyak godaan itu, salah satu godaan yang terbesar adalah “mulai ketertarikan dengan lawan jenis.”

Rasa tertarik dengan lawan jenis memanglah hal wajar dan memang fitrah dari manusia adalah suka dengan lawan jenis.

Yang manjadi tidak wajar, itu kalau rasa tertarik yang tidak didasarkan “etika bergaul”, artinya apa? ya bak binatang itu tadi.

Jangan biarkan nafsu birahi merajai jiwa kita, sehingga kita terjerumus ke dalam jurang malam petaka baik untuk diri sendiri maupun orang lain.

Maka, jagalah anugerah terindah itu dengan selalu menjaga kehormatan diri. Terlebih ketika bergaul dengan lawan jenis, maka harus kita ketahui adab-adabnya.

1. Abab Bergaul dengan Lawan Jenis “Ghodul Basyar”

menundukkan pandangan dengan lawan jenis

from:untukmu wahai saudaraku Read More

etika menjenguk orang sakit

Etika Menjenguk Orang Sakit yang Bikin Suasana Bahagia

Etika Menjenguk orang sakit _adalah dibalik musibah sakit, ada media mempererat hubungan persaudaraan, yakni ajang membesuk dengan didasari etika/adab yang benar.

Kewajiban muslim terhadap muslim lainnya ada lima, salah satunya menjengkuk ketika sauadara sakit. Dan setiap orang yang hendak menjenguk, alangkah baiknya dan memang seharusnya memperhatikan etika menjenguk orang sakit.

Orang sakit itu butuh hiburan, maka ketika kita menjenguknya, berilah motivasi dan semangat bahwa tidak lama lagi akan datang obat penawar yang akan menyapu bersih penyakitnya.

Etika menjenguk orang sakit menjadi sangat penting kenapa? Sebab tidak sedikit orang yang maksudnya baik (menjenguk), tapi karena salah dalam sikap, menjadi kurang baik, bahkan membuat orang yang dijenguk semakin down.

Maka sebelum memutuskan menjenguk orang sakit, yuk kumpulkan bekalnya dulu, etika menjenguk orang sakit yang akan menambah suasana adem, senang yang di jenguk bahkan mengurangi rasa galau dari penyakit orang yang sakit tersebut.

Etika Menjenguk Orang Sakit Cara Islam

etika menjenguk orang sakit
hidayatullah.com

 1. Bacakan ayat-ayat ruqyah

Islam menganjurkan etika menjenguk orang yang sedang sakit, tidak sekedar tanya kabar, bawa buah tangan dan kemudian pamit.

Namun Islam memberikan saran untuk sempatkan bacakan ayat-ayat ruqyah, sebagaimana yang biasa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam lakukan.

Adalah Anas bin Malik, ketika Tsabit tengah menderita suatu penyakit, maka ia membacakan ruqyah,

ALLAHUMMA RABBAN NAASI MUDZHIBIL BA`SA ISYFII ANTA SYAAFI LAA SYAAFIYA ILLA ANTA SYIFAA`AN LAA YUGHAADIRU SAQAMA

_HR. Bukhari Read More

adab berpakaian

Adab Berpakaian Muslim Muslimah Era Milenial Agar Tetap Syar’i dan Gaul

Pengertian Adab Berpakaian Dalam Islam

Adab berpakaian_ dalam berpakaian Islam sangat memperhatikan umat muslim muslimah untuk mempertikan adab-adabnya atau etika berpakaian.

Pakaian merupakan kebutuhan pokok bagi manusia. Tanpa busana, manusia akan terserang berbagai macam penyakit. Gatal-gatal, masuk angin, kedinginan dan lain sebagainya.

Islam memberikan arti dari sebuah pakaian adalah untuk menurup aurat sekaligus sebagai perhiasan untuk  memperindah jasmani seseorang.

Bahkan dalam Islam berpakaian menjadi salah satu faktor utama dari cerminan akhlak seseorang.

Baca juga: Pengertian Akhlak dan Pentingnya Berhias dengannya Dalam Kehidupan

Sederhanya begini, ketemu orang baru, lantas kenalan, apa yang kita perhatikan pertama? Pakaian, oh ini pakaiannya menutup aurat, insya Allah orangnya baik, ini kok tidak tidak menutup aurat. Ini pakaiannya rapi, oh berarti orangnya suka kebersihan dsb.

Maka islam telah mengatur sedemikian rupa bagaimana adab dalam berpakaian. Berikut pemaparan singkat adab-adabnya:

Adab Berpakaian Secara Umum

adab secara umum
syhlblog.wordpress.com

1. Pakailah pakaian dari hasil yang halal

Hasil yang halal dari sini adalah, bahanya halal, mendapatkannya halal dan dibeli pula dengan harta yang halal.

Allah tidak akan menerima kecuali yang baik.

Maka ketika ada seorang laki-laki sedang dalam perjalanan panjang sehingga kucel rambutnya dan berdebu. Kemudian tangannya menengadah memohon kepada Allah, tapi apa yang dia makan makanan haram, pakaiannya haram, bagaiaman Allah akan mengabulkan doanya?

2.  Berpakaian yang bersih dan rapi, sehingga tidak ada kesan kucel dan dekil 

Pakaian rapi dan bersih juga merupakan kebiasaan Rasulullah, Beliau selalu tampil rapi dan bersih. Allah Maha Indah dan menyukai keindahan.

3. Berpakaian tidak dengan berlebihkan

Misal beli, baru dipakai sekali langsung di lempar begitu saja, beli lagi yang baru.

4. Berpakaian tidak menyerupai lawan jenis

Read More

adab bertamu dan menerima tamu

Adab Bertamu dan Menerima Tamu yang Harus Kamu Pahami

Adab Bertamu dan Menerima Tamu_

Bertamu adalah salah satu bentuk silaturahmi yang dilakukan seorang atau sekelompok orang dalam mengunjungi rumah orang lain, bisa tetangga, teman atau sanak keluarga.

Bertamu dapat diartikan dengan berlitaruhmi. Mengingat banyak banget manfaat silaturahmi, dalam Islam sangat dianjurkan untuk setiap muslim menjaga ukhuwah Islamiyah terhadap muslim lainya.

Menjaga dengan apa? Salah satunya dengan silaturahmi atau bertamu.

Peliharalah tali persaudaraan, Allah selalu mengawasimu. Cek_ QS. an-Nisa’: 1

Adab Bertamu

adab bertamu dan menerima tamu
tribunnwes.com

Bertamu biasanya mempunyai banyak tujuan, seperti sekedar main, berkunjung untuk melepas rindu hingga untuk keperluan tertentu.

Bertamu juga tidak asal-asalan, namun ada abad-adab yang harus kita mengerti dan kita pahami.

Sebab tidak dikatakan menjaga ukhuwah islamiyah ketika bertamu tidak mengenal adab.

berikut abad-adabnya:

1. Niat Karena Allah Ta’ala

Apapun yang akan kita lakukan, ingat! niatnya untuk apa. Maka niat ini menjadi dangat penting untuk penulis sampaikan pada awal, sebelum masuk poin yang lain.

Segala sesuatu yang niatnya bukan karena Allah, maka ia akan terputus. Dan segala sesuatu yang niatnya karena Allah, maka ia berkelanjutan.

2. Niat untuk kebaikan

Ketika sudah niat lempeng karena Allah, maka selanjutnya adalah bertamu dengan mendatangkan kebaikan. Seperti silaturahmi, menjenguk dan memberi kabar gembira.

Jangan sekali-kali niat untuk mengghosip, menyebarkan berita burung dan kegiatan negatif lainnya yang tidak sama sekali mendatangkan kemaslahatan.

3. Mengkominikasikan terlebih dahulu

Jauh-jauh waktu, seyogyanya kita bicarakan terlebih dahulu, bahwa hari sekian jam sekian kita hendak berkunjung ke rumahnya. Sebab hal ini menjadi penting untuk memberikan waktu kepada si tuan rumah bersiap diri.

Termasuk di dalamnya meminta izin ketiak hendak bertamu, jangan mentang-mentang sudah janjian, begitu sampai, salam, belum ada jawaban langsung nylonong begitu saja.

Telah tersetir dalam al-Qir’an surat an-Nur: 27 bahwa jangan kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu tanpa meminta izin terlebih dahulu.

4. Berjabat tangan

Berjabat tangan ketika bertamu adalah bentuk dari menunjukkan rasa hormat kita terhadap tuan rumah. Berjabat tangan tentunya yang laki-laki dengan laki-laki dan yang perempuan dengan perempuan.

5. Sopan dalam tutur kata dan tingkah laku

Kontrol suara, jangan sampai ketika obrolan sedang asik-asiknya dan bertambah pula dengan nuansa humoris, kita bebas tertawa dan bicara keras. Ingat! peran kita adalah tamu.

6. Menerapkan batas waktu

Sebagai seorang tamu, kita harus peka terhadap waktu, jangan sampai karena obrolan panjang hingga lupa adab bertamu itu ada batasan waktunya.

Sebagaimana sabda Rasululllah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam bahwa masa betamu itu adalah tiga hari, sebab kalau berlama-lama takut membuat tuan rumah sakit hati.

Adab Waktu Bertamu Dalam Islam

berjabat tangan
republika

1. Niat Lillahi Ta’ala

2. Dengan tujuan yang baik

3. Memenuhi undangan tepat pada wakutnya

Budaya mengulur-ngulur waktu undangan sudah menjadi tradisi buruk di bumi pertiwi ini.

Mari kita bercermin atas diri kita, apakah kita termasuk golongan orang-orang yang bertradisi kurang baik dalam menghadiri undangan. Kalau iya, segeral lengserkan, mulailah untuk tempat waktu.

Sebelum kita kepada tepat waktu dalam menghadiri undangan, akan lebih baik ketika undangan itu:

  • Tidak mendatangkan kemungkaran pada tempat tersebut.
  • Tidak orang non-muslim yang mengundang.
  • Tidak dari orang yang berpenghasilan haram, namun ada sebagian berpendapat bahwa tetap harus datang, perkara dosa biar orang yang mengundang yang mempertanggung jawabkan.
  • Tidak mendatangkan kemadharatan bagi orang yang diundang.
  • Tidak menggugurkan kewajiban dari yang lebih penting dari pada menghadiri undangan.

4. Disunahkan tetap memenuhi undangan meski tengah puasa

5.  Tanpa membeda-bedakan siapa yang mengundang

6. Minta izin kepada tuan rumah kalau hendak membawa orang yang tidak diundang

Sebagaimana yang terjadi di zaman Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam, ketika salah seorang lelaki Anshor, Abu Syuaib namanya.

Ia meminta kepada seorang anak tukang daging untuk membuatkan makanan yang dengannya Ia bisa mengundang Rasulullah beserta empat orang sahabat.

Ketiak Rasulullah hendak memenuhi undagan dengan empat orang sahabat, Beliau mendapati seorang yang mengikuti Beliau.

Kemudian beliau meminta izin kepada Abu Syuaib, bilamana Abu Syuaib merihoi orang itu, maka Rasulullah akan mengajaknya, bilamana Abu Syuaib tidak meridhoi orang itu, maka Rasulullah akan meninggalkannya.

7. Jika sudah tiga kali salam, belum juga dapat jawaban. Pulang!

8. Jangan berlebihan dalam mengetuk pintu

9. Berdirilah di samping pintu

Setelah salam dan mengetuk pintu, maka berdirilah di samping pintu, bisa sebelah kiri maupun kanannya.

10.Senyum, menunjukkan muka ceria

11.Sopan santun dalam sikap dan tutur kata

12. Dianjurkan membawa hadiah 

12. Mendoakan tuan rumahatas jamuan yang disungguhkan ketika kita telah mencicipinya

Begini doanya:

saat bertamu

13. Jangan mengghibah

Ketika bertamu, bawalah kabar gembira dan berbincanglah dengan yang baik-baik. Jangan ngomongin kejelekan tetangga, teman apalagi membuka aib-aib mereka.

14. Ingat kadar waktu bertamu

15. Pamitan ketika hendak pulang

Setelah selesai bertamu, hendaklah pamit kepada tuan rumah, pulang dengan lapang dada, tidak mengkritik kekurangan tuan rumah dalam melayani dan memaafkan segala kekurangan tuan rumah

Etika Bertamu di Malam Hari

bertamu malam hari
al-fikry.com
  • Sesuai kebutuhan
  • Tidak banyak atau keras-keras ketika ada sesi humor
  • Tidak lebih dari jam 10 malam
  • Kalau kita sudah melihat tanda-tanda si tuan rumah mengantuk, segera pamitan aja, takut memberatkan
  • Mengabari orang rumah masih di tempatnya si fulan

Etika Bertamu dan Menginap

aban menginap
loop

Ketika bertamu kemudian menginap, etika berikut sangat harus diperhatikan, meski menginap di rumah teman dekat hingga sanak keluarga pun, jangan sampai asal-asalan, jangan bertingkah seperti di rumah sendiri, harus tetap taati peran sebagai tamu.

  • Pastikan tuan rumah yang menawari terlebih dahulu untuk menginap dirumahnya, kalau tidak kamu bisa ngomong baik-baik dan disertai alasan yang masuk akal
  • Sempatkan membawa oleh-oleh, tidak perlu yang mahal-mahal, penting pantas
  • Memberi salam atas kedatangan kita

Begitu kita datang maka salam terlebih dahulu sebelum masuk rumah, selanjutkan bisa kita memperkenalkan diri sembari memberikan buah tangan (kalau kita membawanya).

  • Sopan, ramah tamah, bertegur sapa dengan seisi rumah

Usahakan setiap berpapasan dengan tuan rumah, untuk menyapa, walau hanya sekedar senyuman di wajah. Jangan bersikap cuek dan pura-pura nggak tau.

  • Pastikan selalu mengenakan pakaian sopan dan menutup aurat

Buanglah sementara kebiasaan-kebiasaan cara berpakaian kita ketika di rumah, Baiknya gunakan pakaian yang sopan dan menutup aurat. Jaga juga perilaku kita, kaya menunduk dan permisi ketika melewati si empu rumah.

  • Jangan makan dan minum apa pun yang ada di rumah itu sebelum dipersilahkan

Memang terkadang ketika kita baru datang, tuan rumah akan berkata, “Anggap saja ini rumah sendiri, ndak usah malu-malu.”

Walau begitu, tetap kita harus menjaga kehormatan kita sebagai seorang tamu, jangan mentang-mentang suruh nganggap rumah sendiri terus kita berisikap seenaknya.

  • Kira-kira dalam menggunakan kamar mandi, hindari penggunaan waktu terlalu lama
  • Katahui apa kebiasaan-kebiasaan yang tuan rumah terapkan, agar kita mudah menyesuaikan diri

Ketahuliah budaya yang di terapkan oleh tuan rumah. Misal tuan rumah biasa bangun di sepertiga malam untuk sholat tahajjud, maka baiknya kita ikut bangun dan ikut mengerjakannya, hal ini sebagai bentuk apresiasi bahwa budaya itu baik dan sangat baik untuk dicontoh.

  • Tau diri, jangan posisikan dirimu sebagai raja

Hendaklah ketika kita bertamu dan menginap, bantulah pekerjaan orang rumah, walau hanya menyapu gak harus mengepel, nyuci piring, khususnya piring bekas sendiri.

  • Hindari keluar rumah lama-lama, apalagi di malam hari
  • Ucapkan terima kasih kepada tuan rumah atas perlakuan baik kepada kita sebagai bentuk apresiasi
  • Ucapkan permohonan maaf atas segala keteledoran atau kehilafan kita selama mengitap disana

Adab Menerima Tamu

menerima tamu
palembang.tribunnews.com

1. Tidak membeda-bedakan tamu yang datang

Perlakukanlah siapa pun tamu yang datang dengan baik, tidak pilih kasih, kaya miskin yang bertamu sama saja.

Bahkan kalau menerima tamu ala Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam, Beliau paling suka ketika yang bartamu itu seorang yang miskin. Namun tidak sedikit orang kebalikannya, mereka akan mereka bangga ketika mendapat tamu seorang yang kaya.

2. Segera menjawab salam ketika mendengar ketukan pintu dan ucapan salam

Kalau sudah mendengar salam, jawablah dengan segera, jangan nunggu “Bentar ah, kan sunnahnya sampai tiga kali.” Jangan seperti itu, tamu akan merasa senang ketika respon dari tuan rumah cepat, karena mungkin sudah perjalanan jauh, capek, cuaca panas, pengen segera dapat penteduhan.

3. Usahakan rumah dalam keadaan bersih agar tamu nyaman

Jangan biarkan begitu datang tamu rumah dalam keadaan kontor dan brantakan, hal ini akan menciptakan kesan kurang baik dihadapan tamu.

4. Bepakaian sopan dan menutup aurat dalam menyambut tamu

Bukan hanya sebagai tamu saja, sebagai tuan rumah juga harus berpenampilan sopan dan menutup aurat.

5. Bermuka ceria dan murah senyum ketika menyambut kehadiran tamu

Jangan lupa menunjukkan ekspresi bahagia ketika kedatangan tamu, ingat! senyumu dihadapan saudaramu adalah sedekah.

6. Segera mempersilahkan masuk dan mempersilahkan duduk

7. Mengistimewakan tamu

8. Berusaha memberi jamuan yang terbaik dan halal

Terbaik tidak harus mewah, namun kalau sekiranya ada cukup uang, maka usahakan menyuguh dengan hidangan yang pantas, baik dan halal

9. Menawari untuk menginap di rumah kita kalau sekiranya tamu itu jauh

Jangan biarkan tamu kita pulang hingga tengah malam kalau tamu itu jauh, tawarilah untuk menginap di rumah kita.

10. Mengantarkan sampai ke halaman rumah ketika tamu hendak pulang

Antarlah tamu kita sampai halaman rumah ketika ia hendak pulang, bahkan lebih baik lagi tunggu dia sampai tidak tampak, baru kita masuk ke dalam rumah.

Demikian belajar bareng kami hari ini, adab menerima tamu, semoga menambah wawasan ilmu dan iman sahabat yang budiman semua.

Jangan lupa berbakti kepada orang kedua orang tua dan guru yaa….sukron,

Jangan lupa juga, kritik dan sarannya. Ok

Read More