sejarah wayang golek

Sejarah Wayang Golek Dari Jawa, Sunda & Modern

Sejarah Wayang Golek – Hi sobat budiman, bagaimana kabar kalian? Sehat? Eemm, pernakah terbesit di benak sobat akan asal-usul pertunjukan wayang yang satu ni? Wayang Golek, sebuah pertunjukan yang asik dan lucu, penulis rasa kalian juga menyukainya.

Wayang Golek ialah satu dari sekian banyak seni pertunjukan kesenian yang tersebar di belahan bumi Indonesia. Dan dar pertunjukan wayang sendiri, ada banya macam jenisnya, diantaranya:

  • Wayang Kulit
  • Wayang Uwong
  • Wayang Cepot dsb

Kalau mau lebih luas lagi pengetahuan sobat terkait wayang, bisa sobat pelajar di sini (Jenis-Jenis Wayang)

Oke, tak perlu banyak bosa-basi tinggi, langsung saja kita pahami bagaimana sejarah wayang golek ada dan lahir sebagai salah satu seni pertunjukan yang tidak sedikit orang menggemarinya.

Wayang Golek ialah salah satu dari sekian banyak ragam kesenian wayang yang terbuat dari kayu dan merupakan bagian dari perkembangan Wayang Kulit dari perkembangan zaman ini.

Wayang Golek pertama kali dibawakan dan dikenalkan oleh Sunan Kudus di daerah Kudus (saat itu dikenal dengan nama Wayang Menak) dan di Cirebon (dikenal dengan nama Wayang Cepak).

Oleh karenannya, Wayang Golek sangat populer di daerah Jawa Barat, yang merupakan awal mula daerah persebaran Wayang tersebut.

Perseberan Wayang Golek mulai terbentang luas melalui Cirebon hingga ke Banten.

Sejarah Wayang Golek Singat

sejarah wayang golek
Vladvictoria by px

Konon, usut punya usut, sekitar tahun 1583, Sunan Kudus yang merupakan salah satu tokoh penyebar agama Islam di pulau Jawa, pernah membuat lebih kurang 70 buah wayang dari bahan kayu.

sowthy.com

Wayang-Wayang tersebut dipertunjukan baik siang dan malam hari dengan sumber cerita lokal atau kadang dari imajinasi sendiri yang dikemas berdasar sarat dengan pesan agama Islam.

Sunan Kudus menggunakan peran Wayang Golek juga dalam rangka untuk menyebarkan agama Islam.

Munculnya seni pertunjukan Wayang dari ebahan kayu ini lahir dan berkembang di daerah pesisir utara pulau Jawa tepat di abad ke-17.

Tatkala itu masyarakat Jawa Tengah dan masyarakat Jawa Timur terlebih mengenal dan menggemari wayang kulit, sehingga kehadiran wayang golek tidak begitu menarik perhatian meraka dan susah berkembang.

Namun tidak habis pikir, Sunan Kudus begitu berinovasi, Belau begitu kreatif untuk mendesain pertunjukan Wayang Golek semenarik mungkin.

Oleh karena itu, para ulama dan sekurang-kurangnya santri Cirebon yang berkunjung atau yang tengah berguru tertarik hatinya untuk menikmati dan tidak sedikit juga dari mereka yang belajar sebagai Dalang (orang yang berperan memainkan wayang-wayang dibelakan layar).

Dari para santri yang belajar ilmu agama Islam sembari pula belajar teknik penyebaran agama Islam tersebut, alhasil agama visi para Sunan itu untuk menyebarkan agama Islam berlangsung tidak terlalu lama dan banyak merengkut pemeluk yang tidak lumayan banyak.

Sejarah Wayang Golek Dalam Bahasa Jawa

asal-usul perkembangan wayang golek
mainblick by px

Seiring dengan perkembangan zaman, kehadiran Wayang Golek di abad 1548 itu semakin banyak digembari oleh sebagian masyarakat.

sowthy.com

Awalnya, Sunan Kudus memperkenalkan budaya wayang yang terbuat dari bahan kayu, yang kemudian hasil karyanya tersebut disebut dengan Wayang Golek.

Sunan Kudus menciptakan beberapa buah Wayang dari bahan kayu yang kemudian dipentaskan pada siang hari.

Pendapat tersebut diyakini sebagai kedok munculnya kesenian Wayang Kayu yang lahir dan berkembang di daerah pesisir utara Pulau Jawa tepat pada abad ke-17. Yang pada saat itu kerajaan Islam tertua di Pulau Jawa, yakni Kerajaan Demak juga tumbu disana.

Dari hasil catatan sejarah dan legenda yang berkembang, disinilah awal-mula Sunan Kudus memanfaat pertunjukkan Wayang Golek dalam Bahasa Jawa sebagai media untuk penyebaran agama Islam dimasyarakat.

Sejarah Wayang Golek Dalam Bahasa Sunda

Menurut legenda yang sudah tersebar luas itu, Sunan Kudus memang menggunakan Wayang Golek sebagai media untuk menyebarkan agama Islam kepada masyarakat awam.

sowthy.com

Pada masa itu, masih menggunakan dialog Bahasa Jawa tatkala mementaskan Wayang Golek tersebut. Seni pertunjukan ini mulai berkembang di Jawa Barat tepat pada masa ekspansi kesultanan Mataram.

Hingga pada akhirnya, Wayang Golek mulai berkembang dengan dan dalam Bahasa Sunda sebagai dialognya.

Menurut penjelasan dari Dr. Th. Pigeaud, seorang Bupati Sumedang mendapat gagasan untuk membuat Wayang Golek yang bentuknya serupa dengan Wayang Kulit dalam rangka lakon Ramayana dan Mahabarata.

Perubahan wujud dari Wayang Kulit menjadi Wayang Golek terjadi secara berangsur-ansur, yakni sekitar abad ke 18-19 atau sekitar tepat pada tahun 1794-1829.

Pada saat itu, Bupati Bandung (Karanganyar), menugaskan Ki Darman, seorang pegiat Wayang Kulit asal Tegal, Jawa Tengah yang berdomisili Cibiru, Jawa Barat untuk membuat Wayang Golek Purwa.

Kemudian, pada abad ke-20 perubahan-perubahan bentuk dari Wayang Kulit menjadi Wayang Golek itupun mulai semakin baik dan sempurna.

Kita bisa melihat hasil kesempurnaan perubahan bentuk Wayang itu dari perkembangannya pada masa sekarang ini. Wayang Golek yang akrab kita jumpai tersebut adalah hasil dari penyempurnaan bentuk Wayang Golek Purwa Sunda.

Pada awalnya, pergelaran wayang golek diselenggarakan oleh para priyayi alias kaum kebangsawan Sunda) diruang lingkup Istana atau Kabupaten baik untuk keperluan pribadi maupun untuk keperluan umum.

Fungsi Wayang Golek

Fungsi pertunjukan Wayang Golek pada saat itu masih bergantung atas permintaan para bangsawan.

sowhty.com

Pergelaran Wayang Golek mempunyai tujuan yang beragam, dari mulai yang sifatnya ritual atau hanya sebagai tontonan atau hiburan semata.

Namun, pertunjukan yang sifatnya ritual sudah sangat jarang dipentaskan, sebut saja pada upacara sedekah laut atau sedekah bumi, yang bias diadakan satu tahun sekali.

Nah, untuk pementasan yang masih bertahan hingga saat ini ialah pementasan dalam rangka untuk hiburan, biasanya diselenggarakan untuk memeriahkan acara peringatan kabupaten, syukuran, hajatan, hari kemerdekaan Indonesia dsb.

Meski demikian, bukan berarti esensi yang mengandung nilai tuntunan sudah tiada, penuturan lakon setiap tokoh terkait nilai-nilai pewayangan sebaga pembelajaran masih tetap selalu ada.

Pada masa awal-awal, , pertunjukan Wayang Golek belum menghadirkan sinden sebagai penggiringnya. Mulai tahun 1920an baru kemudian mulai ada sinden untuk mengiringi pertunjukan Wayang tersebut.

…Dan hingga saat inilah Wayang Golek terus berkembang sebagai sarana hiburan bagi masyarakat tak terkecuali masyarakat Sunda.

Perkembangan Wayang Golek Modern

tokoh, ciri-ciri, fungsi dan jelaskan secara singkat
photosforyou by px

Pada tahun 70-an, perkembangan seni pertunjukkan ini mulai menghadirkan bintang pesinden yang terkenal, yang ketenarannya itu bahkan melebihi ketenaran seorang dalang.

sowhty.com

…Dan pesinden pada saat ini menjadi harus dan wajib dalam pagelaran wayang sebagai pelengkap percakapan dalang melalui para lakon wayang.

Bagi para seniman yang masih tetap mempertahankan nilai tuntunan, mereka tetap terus berupaya mengembangkan daya kreatifitas melalui keseimbangan antar penggarapan segi tontonan yang menuntun penikmatnya.

Wadah, perangkat keras, meliputi penggarapan unsur-unsur pedalang yakni:

  • Penggarapan tokoh
  • Lakon
  • Alur
  • Sastra pedalangan
  • Sabet
  • Iringan dsb

Isi dari pada pementasan Wayang Golek sejatinya wajib sampai kepada penikmatnya melalui esensi, rohani dan pesan moral.

Kini selain sebagai seni pertunjukan Wayang, kerajinan seni Wayang Golek juga dikonverasi sebagai cideramata oleh para wisatawan tokoh-tokoh seperti:

  • Arjuna
  • Rama
  • Sinta
  • Srikandi
  • Semar
  • Cepot

Intnya benda-benda yang bisa dibawa pulang buat kenang-kenangan sebagai hiasan atau benda pajangan interior.

Tahun 2015, perkembangan Wayang Golek sudah semakin cepat, sejauh ini banyak banget seniman yang berani berekspermen guna dapat keluar dari pakem cerita pewayangan yang telah ada saat ini dan mulai menggunakan instrumen musik modern dalam pertunjukan seni tersebut.

Demikian ulasan terkait sejarah wayang golek secara umum, dalam Bahasa Jawa dan Dalam Bahasa Sunda.

Terima kasih, semoga bermanfaat dan mendatangan keberkahan.

Selamat dan sukses……

sowthy.com

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: