alat musik tradisional betawi

Unsur Unsur Pendukung Seni Tari Beserta Penjelasannya

Unsur unsur pendukung seni tari – Hi sobat budiman, bagaimana kabar kalian? Sehat? Eemm kesenian itu adalah mariwasan budaya dunia manapun yang memang harus kita lestarikan.

Dibelahan bumi ini, ada banyak banget jenis kesenian, ada seni tarim seni musik, seni teater dan seni rupa.

Salah satu seni yang masih kental dan harus kita sebagai anak cucu lestarikan ialah seni itu seni tari.

Seni tari ialah kesenian yang bertumpu pada gerak berirama dan gerak dinamis untuk mengekpresikan makna tersirat di dalam sebuah gerakan tersebut kepada para penikmat atau penonton.

Baca juga: Jenis-Jenis Kritik Tari

Indonesai sebagai negara yang unik dengan keanekaragaman budaya yang memukau pandang, mempunyai berbagai macam tarian.

Dari Sabang sampai Merauke, masing-masing memiliki jenis tarian yang khas. Sebut saja di Aceh, Acah punya tari Saman, Papua punya tari Selamat Datang, Jawa Tengah punya tari Serimpi dan masih banyak lagi jenis tarian yang tersebar di belahan bumi Indonesia.

Unsur pendukung tari, agar melahirkan gerakan ritmis yang estetis, unsur unsur seni tari pun harus dipenuhi, harus diperhatikan demi membangun gerakan tubuh yang luwes.

Layaknya sebuah organisasi yang didalamnya terdiri dari ketua, sekretaris, bendahara serta anggota. Begitupun untuk seni tari, ada dua unsur seni tari yang akan membangun tari itu menjadi sebuah tontoanan yang memuaskan.

Apa kedua unsur tari itu?

Yaitu ada unsur utama dan unsur pendukung dalam sebuah tari.

Unsur Utama Tari

unsur unsur pendukung seni tari
InfoPublik

Unsur utama tari ialah unsur esensial dan pokok yang wajib ada dalam sebuah tarian.

Andaikata ada salah satu unsur ini yang hilang, maka sebuah pertunjukkan tari itu belum ternilai bahkan bisa dikatakan tidak harmonis. Dan parahnya, bisa jadi penonton tidak dapat lagi mengerti apa makna dan maksud dari pada pertunjukan itu.

Maka dari itu, unsur utama tari ini harus menjadi poin penting dalam keberhasilan sebuat pertunjukkan tari yang dibawakan.

Selain itu, unsur utama ini juga menjadi penilaian penting apabila pertunjukan tari tersebut harus di kritik oleh para krtikus yang mahir.

Berikut ini ada 3 unsur utama yang terdapat dalam seni tari:

1. Raga (Wiraga)

Raga berasal dari Bahasa Jawa dari asal kata Wiraga, yang dalam konteks sebuah tari sering kali terkenal dengan gerakan.

Sebuah tarian harus mampu menonjolkan gerakan tubuh yang dinamis, estetis dan ritmis. Meski memang tidak semua gerakan dalam suatu tarian mempunyai maksud tertentu.

Gerak murni atau gerak biasa pada seni tari tidak mempunyai maksud tertentu, sedang gerak maknawi merupakan gerakan dalam suatu tarian yang mempunyai makna mendalam dan mempunyai maksud tertentu.

Pada umumnya, melalui gerakan penari, penonton dapat menebak karakter apa yang tengah dimainkan. Contoh, gerak memutar pergelangan tangan yang dibawakan oleh penari wanita, itu memiliki arti kelembutan dan keluwesan.

Contoh lain misal gerakan berdecak pinggang pada sebuah tarian yang dibawakan oleh lelaki, itu memiliki arti kewibawaan dan kekuasaan.

Maka, dapat kita tarik kesimpulan bahwa sebuah tari tanpa gerakan tidak akan bermakna dan memiliki makna, bahkan hampa dirasa.

Oleh sebab itu, wiraga atau raga menjadi salah satu unsur seni tari yang sangat penting.

2. Irama (Wirama)

unsur pendukung seni tar
www.indonesiakaya.com

Eemm, sobat budiman, mungkin ngga seorang penari itu hanya gerak-gerak mulu, tanpa jeda untuk istirahat dan tidak sama sekali musik pengiringnya?

Engga lah, masak kesana kemari gerak mulu tanpa ada musik pengiringnya, kan aneh dan bosen banget lihatnya.

Musik berfungsi untuk mengiringi gerakan seorang penari. Dengan kehadiran musik penggiring, sebuah gerakan akan lebih terlihat memiliki makna, sebab akan tercipta suana tertentu.

Seorang penari harus mampu menari sesuai iringan musiknya, sesusai irama, ketukan serta tempo penggiringya sehingga dapat harmonis dan estetis dalam pandangan penonton.

Selain itu, kehadiran irama juga berperan sebagai isyarat bagi penari, kapan dia harud memulai gerakan, kapan dia harus berhenti sejenak, dan kapan dia harus berganti gerakan.

Irama ini akan sangat berguna dan penting sekali apalagi tatkala tarian itu ditarikan oleh banyak penari atau secara berkelompok. Sehingga para itu tidak bergantung pada gerakan penari lain, namun dapat selaras menyamakan sendiri dengan irama penggiringnya.

Baca juga: Macam-Macam Tari

Adapun untuk irama penggiring tari sendiri dapat berupa iringan langsung dari instrumen musik, seperti:

  • Kecapi
  • Gamelan
  • Gong
  • Gendang
  • Angklung dan lain sebagainya

Selain itu dapat juga menggunakan irama rekaman (bisa digunakan untuk keperluan pendidikan) .

Namun tidak menutup kemungkinan kalau irama yang digunakan berupa hentakan kaki. tepuk tangan dan nyanyian.

Apapun bentuknya, irama intinya digunakan untuk melengkapai keselarasan tarian. Irama juga termasuk salah bagian dari unsur utama seni tari.

3. Rasa (Wirasa)

Unsur unsur seni tari yang ketiga ialah wiraga atau dalam Bahasa Indonesia artinya perasaan.

Seni tari harus dapat menyampaikan suasana perasaan dan pesan kepada para penikmatnya melalui gerakan dan ekspresi penari.

Oleh karenya, seorang penari harus mampu menjiwai dan mengekspresikan tarian tersebut dari perantara mimik wajah dan pendalaman karakter.

Kita ambil contoh, apabila karakter yang dimainkan ialah gadis desa yang lemah lembut, maka selain gaya yang lemah gemulai, penari pun juga harus mampu menampilkan mimik wajah yang mendukung.

Dan unsur inilah yang akan menguatkan suasana, karakter dan estetika dengan irama maupun gerakan yang mendukung.

Dengan adanya rasa dalam sebuah tarian, penonton akan dapat dengan mudah menangkap maksud tertentu apa yang penari sampaikan dalam tarinya.

Maka, unsur tari yang satu ini juga tidak dapat terlepaskan dari unsur esensial seni tari. Tanpa kehadiran rasa, makna sebuah tarian tidak akan bisa tersampaikan kepada para penikmatnya.

Unsur Tambahan Tari

Tari Bondan _Sejarah, asal, ,dan properti
Smarttekhno

Setelah belajar memahami unsur utama seni tari, akan lebih baik lagi dan akan semakin menjadikan kamu mastah seni, kamu juga perlu mempelajar terkait unsut tambahan seni tari.

Memang si, unsur ini adalah sebagai pelengkap dari ketiga unsur unsur pendukung seni tari yang utama, namun tidak serta merta dapat diabaikan begitu saja dalam sebuah pertunjukan seni tari.

Tidak menutup kemungkinan dengan mengeyampingan unsur unsur pendukung seni tari yang bersikat pelengkap ini sebuah tarian akan tetap berjalan indah dan enak dipandang. Boleh jadi apabila beberapa unsur tambahan itu tidak diperhatikan bias mempengaruhi keberhasilan sebuah pertunjukan.

Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam unsur pelengkap seni tari:

1. Kostum dan Tata Rias

Tidak mungkin kan sebuah pertunjukan tari menampilkan seorang penari dengan kostum dan tata rias yang seadanya dimasa sekarang ini. Pasti akan ada kostum dan riasan khusus yang sesuai dengan tarian serta karakter penari.

Maka unsur satu ini sangat mendukung terciptanya suasana tarian serta medukung dalam menyampaikan karakter dan pesan secara tersirat.

2. Pola Lantai

Lihatlah, betapa indah tari Saman itu. Indah memang, kenapa? Karena tari Saman mempunyai pola lantai yang indah. Maka, tarian akan indah apabila penari dapat menguasai pola lantai yang berlaku di tarian tersebut.

Pola lantai akan membawa si penari tidak memulu ada di tengah panggung atau sebaliknya, tidak melulu ada di pinggir panggung. Dengan pola lantai, maka si penari akan bisa bergerak kesana dan kemari, sehingga tidak membuat penonton merasa bosan.

Unsur ini juga sangat penting untuk jumlah penari yang lebih dari satu, karena antar penari tidak akan bertabrakan dan akhirnya lahirlah tampilan yang selaras, teratur dan kompak.

3. Setting Panggung

Sebuah seni pertunjukkan yang baik akan memperhatikan desain panggung yang baik pula. Hal ini menjadi penting kenapa? Karena dengan desain panggung yang sesuai dengan tarian, dalam artian tidak terlalu sempit dan tertata rapi, maka semua itu akan nikmat dipandang.

Setting panggung yang dimaksudkan berarti termasuk juga pencahayaan yang sesuai, tidak terlalu terang pun tidak terlalu gelap. Intinya, penataan ruang betul-betul sesuai dengan tari yang akan dipertunjukkan.

4. Properti

Dari sekian banyak tarian di Indonesia, ada beberapa tarian yang mengharuskan si penarinya membawa properti tertentu.

Properti itu sendiri merupakan alat pendukung yang biasanya berupa:

  • Selendang
  • Piring
  • Lilin
  • Payung
  • Kendi
  • Boneka dsb

Ya meski tidak semua tarian menggunakan properti, namun unsur ini pun juga perlu diperhatikan, guna mendukung visualisai tarian.

Dengan adanya aksesoris penunjang, akan dapat memberikan rasa kepercayaan penuh kepada para penonton bahwa tarian ini betul-betul dipersiapkan dengan sebaik-baik dan dengan semangat yang sesemangat-semangatnya.

Demikian ulasan terkait unsur unsur pendukung seni tari, semoga bermanfaat dan mendatangkan keberkahan.

Terima kasih,

Selamat dan sukses

sowthy.com

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: